Selasa, 23 Agustus 2011

Berakhir Bukan Berarti Berhenti

Ya Allah...//
Ramadhan ini tinggal menghitung hari
Sungguh sangat cepat semua ini berlalu
Satu bulan terasa satu minngu bahkan lebih pendek lagi
Semua berlalu tapi bukan berakhir

Ya Allah...//
Teriris hati ini
Ketika mata ini mulai mengalirkan mutiara-mutiara jernih yang asin
Ramadhan ternyata akan berakhir
Dalam hati terbesit
Jangan-jangan ini Ramadhan terakhir kita

Ya Allah...//
Aku semakin lalai untuk mendekatimu
Hasrat dan keinginan mendekapku
Aku salah, Aku berdosa, Aku melalaikan waktu
Padahal, semua telah engkau beri

Ya Allah...//
Harapan tinggal ucapan
Keinginan tinggal kenangan
Ramadhan hari ini tinggal pelajaran untuk kita raih kemenangan
Tapi...!!!
Aku tak pantas raih kemengan yang kau beri Ya Allah
Aku malu akan semua yang aku lalaikan dan lakukan
Tapi, Aku takut untuk kau jauhi Ya Allah
Harapanku semoga kau berkahi hidup kami
Tuk kami raih Ridhomu..///



Amalan di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Dari ‘Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarung, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya “. (HR. Al-Bukhari no. 1884 dan Muslim no. 2008)
Dalam lafazh yang lain:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
“Pada sepuluh terakhir bulan Ramadlan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya.” (HR. Muslim no. 2009)
Ada dua penafsiran di kalangan ulama mengenai makna ‘mengencangkan sarung’:
a.    Ini adalah kiasan dari memperbanyak ibadah, fokus untuk menjalankannya, dan bersungguh-sungguh di dalamnya.
b.    Ini adalah kiasan dari menjauhi berhubungan dengan wanita. Ini adalah pendapat Sufyan Ats-Tsauri dan yang dirajihkan oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahumallah.
Makna ‘menghidupkan malam’ adalah mengisinya dengan ibadah dibandingkan tidur yang merupakan saudara dari kematian.
Makna ‘membangunkan keluarga’ adalah mendorong dan memerintah keluarga untuk mengisi malam-malam itu dengan ibadah.
Pada dasarnya, membangunkan keluarga untuk shalat malam adalah hal yang disunnahkan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ
“Allah merahmati seseorang yang bangun malam kemudian shalat lalu membangunkan isterinya, apabila isterinya menolak, dia akan memercikkan air ke mukanya. Dan Allah merahmati seorang isteri yang bangun malam lalu shalat, kemudian dia membangunkan suaminya, apabila suaminya enggan, maka isterinya akan memercikkan air ke muka suaminya.” (HR. Abu Daud no. 1113, An-Nasai no. 1592, dan Ibnu Majah no. 1326)
Akan tetapi hal ini lebih disunnahkan lagi di 10 terakhir ramadhan. Karena shalat lail mengandung banyak keutamaan sehingga tidak pantas bagi seorang muslim atau keluarganya untuk luput darinya. 10 hari terakhir juga adalah penutup bulan ramadhan, sementara setiap amalan itu tergantung dengan penutupnya. Sebagaimana dalam hadits Sahl bin Sa’ad radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Dan sungguh amalan itu ditentukan dengan penutupannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6117)
Kemudian, ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan pada 10 hari ini tidak terbatas pada shalat lail saja, akan tetapi mencakup semua jenis ibadah seperti membaca Al-Qur`an, berdzikir, berdoa, bersedekah, dan selainnya.
Di antara keistimewaan 10 hari ini adalah di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan atau yang dikenal dengan malam al-qadr. Pada malam ini Al-Qur`an diturunkan, pada malam ini ditetapkan takdir untuk setahun berikutnya, dan pada malam ini terdapat banyak pengampunan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad-Dukhan: 3-5)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Dan siapa yang menegakkan (shalat pada malam) pada lailatul Qadr dengan keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Al-Bukhari no. 34 dan Muslim no. 1268)
Karena semua keutamaan inilah, sebagian ulama berpendapat bahwa 10 terakhir ramadhan itu lebih utama dibandingkan 10 hari pertama dzulhijjah. Wallahu a’lam.

10 HARI TERAKHIR

10 hari terakhir, sudah bukan lagi keikhlasan Ramadhan, yang dicari adalah duit, modal buat lebaran. 80% responden mangakui.
Kalimat diatas tercantum pada sebuah akun Facebook seorang teman yang saya baca pagi ini. Nadanya seperti berkelakar tetapi mampunyai makna yang sangat dalam.
Berulang saya membacanya dan merenungi makna dari kalimat itu. Keikhlasan Ramadhan, ikhlas bererah diri kepada Allah dengan memaksimalkan ibadah di bulan suci ini. Bulan penuh rahmat dimana pahala dan ampunan ditebarkan didalamnya.
Menuju akhir ramadhan rasa khusyuk itu mulai pudar dalam sebagian sanubari. Shaf-shaf masjid pun kembali kepada jemaah yang biasa shalat subuh di luar ramadhan. Habis tenaga mereka dengan kesibukan mempersiapkan hari raya kemenangan di pusat-pusat perbelanjaan.
10 hari terakhir ramadhan sebagian umat Islam tumpah ruah di pasar, mall, plaza, hanya sekedar untuk menghiasi raga. Berlomba berhias diri hanya untuk menunjukkan siapa yang paling meriah dalam menyambut bulan Syawal. Tapi mereka terlena akan mempercantik qalbu guna menjadi insan yang terlahir suci kembali.
Sepertinya budaya berlebihan dalam menyambut Syawal sudah mendarah daging. Kita lebih senang menjalankan agama yang sifatnya seremonial yang penuh dengan gagap gempita. Kita tidak terbiasa mencari makna atas sebuah kewajiban yang menjadi asas kenapa kewajiban itu diperintahkan. Kita lebih senang memperindah raga daripada jiwa sehingga tidak heran jika selepas ramadhan banyak orang yang berpakaian indah namun mereka lupa dengan masjid, al-Quran, dan kemulian yang lain dari agama Islam ini.
10 hari terakhir Ramadhan, alhamdulillah masih ada sebagian orang yang mengecangkan ikat pinggang dan menjauhkan lambungnya dari tempat tidur. Mereka semakin khusyuk berlomba mencari cinta Tuhannya. Pakaian mereka sederhana namun hati-hati mereka berkilauan karena semakin diasah oleh sujud dan tilawah. Harta mereka lebih dibelanjakan dijalan Allah dengan bersedakah, berinfaq dan zakat.
Semoga Allah memasukan kita kedalam golongan orang yang beruntung di bulan suci ramadhan dengan selalu mengikuti sunnah nabi-Nya.

Selasa, 16 Agustus 2011

Perintah Nabi Agar Memelihara Jenggot | Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com

Perintah Nabi Agar Memelihara Jenggot | Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com

Mana tahu jangan-jangan ini menjadi ramadhan terakhir kita!! Who Knows??

RAMADHAN.., sebuah bulan yang selalu dinanti oleh orang-orang beriman. Ramadhan adalah bulan istimewa, bahkan dalam Alquran,  tiada nama bulan yang disebutkan dalam Alquran kecuali Ramadhan. (QS al-Baqarah 2:184).  Ramadhan tiap tahunnya disambut bagaikan tamu agung yang dinanti karena merupakan keistimewaan anugerah Ilahi.
Di antara keutamaan itu adalah  
Pertama, setiap amal kebajikan umat Islam dilipatgandakan 10 kali lipat. Tapi, di bulan Ramadhan, amalan wajib dilipatgandakan 70 kali lipat dan yang sunah disetarakan dengan amalan wajib di luar Ramadhan.
Kedua, kita diwajibkan puasa karena puasa adalah ibadah istimewa. “Setiap amalan anak cucu Adam dilipatgandakan. Satu kebajikan dilipatgandakan 10 kali sampai 700 kali lipat, kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Akulah yang akan langsung membalasnya. (HR Muslim).
Ketiga, pada bulan ini diturunkan Alquran, kita dianjurkan untuk membacanya dengan rajin. Imam az-Zuhri menyatakan, tiada amalan pada bulan Ramadhan yang lebih baik setelah amalan puasa dari tilawatul quran (membaca Alquran).
Keempat, di dalam Ramadhan terdapat malam al-qadar. Beribadah di malam itu lebih baik dari berjuang di jalan Allah selama 1000 bulan. (QS al-Qadar:1-5).
Kelima, dosa-dosa kita yang terdahulu akan diampuni bila kita berpuasa dengan baik dan qiyam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala Allah (HR Bukhari dan Muslim).
Keenam, pada bulan puasa ini, doa-doa kita dikabulkan Allah, apalagi saat berbuka puasa (HR Ibnu Majah dan Baihaqi).
Masih banyak lagi keutamaan Ramadhan. Dengan enam keistimewaan saja, sudah seharusnya kita menyiapkan diri menghadapi Ramadhan dengan mengoptimalkan dan memperbanyak ibadah. Di antaranya adalah dengan berniat ikhlas beribadah, mencontoh Rasulullah SAW dalam mengerjakan amaliah Ramadhan, menyiapkan target dalam tilawah, sedekah, baca buku, memperkokoh shalat jamaah, dan hubungan keluarga. 
Di antara amalan unggulan adalah puasa dengan berkualitas, tilawatul quran, qiyam Ramadhan, menanti lailatul qadar tiap malam, memperbanyak tobat dan doa, mengeluarkan zakat fitrah, meningkatkan sedekah, dan iktikaf 10 hari terakhir Ramadhan.
Manfaatkanlah fasilitas yang disediakan Allah SWT dalam bulan ramadhan. Mana tahu jangan-jangan ini menjadi ramadhan terakhir kita!! Who Knows??

Berikut ini kiriman dari seorang sahabat...


Berikut ini kiriman dari seorang sahabat... semoga kita semakin semangat dalam menjalani setiap episode kehidupan yang dipersembahkan-Nya dengan segala cinta...


KENAPA AKU DIUJI?

Surah Al-Ankabut ayat 2-3
         Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan  sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.


KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

Surah Al-Baqarah ayat 216
         Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui


KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

Surah Al-Baqarah ayat 286
         Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.


RASA FRUSTASI?

Surah Al-Imran ayat 139
         Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.


BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

Surah Al-Imran ayat 200
         Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah
supaya kamu beruntung.
Surah Al-Baqarah ayat 45
         Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',


APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

Surah At-Taubah ayat 111
·        Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

Surah At-Taubah ayat 129
         Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!

Surah Yusuf ayat 87
         dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.
Surah An-Nisaa' ayat 86
         Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.



Subhanallah
Mari kita berbenah dan terus berbenah..untuk memepersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita... Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah... Dimanapun. apanpun dan dengan siapapun..selama ALLAH SWT menjadi "..just The ONE goal..“ Insya Allah akan "bahagia" sebagaimana doa yang sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

BENTUKLAH HARI ANDA

EXILE (AL-HASYR)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang dipersipkan untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.175 
MUHAMMAD (SAW)
Barang siapa yang memasuki waktu pagi dengan perasaan aman dalam batinnya, sehat badannya, mempunyai makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia dengan segala isinya digiring kearahnya.176
Dalam Peta Kehidupan, Allah (Swt) menyeru hamba-hamba-nya yang beriman agar selalu memperhatikan apa yang dipersiapkan mereka untuk hari esok (hari akhirat). Sebuah pesan sederhana tapi menyimpan hikmah yang sangat luar biasa dalam kaitannya dengan hukum tarik-menarik, Cetak Biru Ilahi mengajarkan bahwa hari esok anda tidak mungkin bisa dipersiapkan, jika anda tidak membentuknya sejak hari ini. Masa depan anda tidak ditentukan besok, tapi hari ini. Baik atau buruknya hari esok anda ditentukan sekarang. Jika hari ini anda menanam perbuatan baik, maka hari esok anda akan menuai hasil dari perbuatan baik anda. Namun jika hari ini anda memananam perbuatan buruk, maka hari esok anda akan menuai hasil dari perbuatan buruk anda sendiri. Inilah Rahasia sehari yang pernah saya sebutkan di kajian sebelumnya. Untuk menjadi hamba Allah (Swt) yang baik, anda tidak perlu berniat sekali seumur hidup, atau sejak hari ini dan selamanya. Tidak! Anda tidak perlu melakukan niat seperti ini! Tapi cukup one day at a time.
Untuk berbuat baik, cukup diniatkan setiap pagi saja. Lalu ucapkan niat itu sampai menjelang tidur di malam hari. Banyak program pembinaan akhlak yang gagal karena sedari awal, mereka dipaksa untuk berniat selama empat puluh hari, enam bulan, setahun dan seterusnya. Membangun pengabdian yang ikhlas kepada Allah (Swt) tidak bisa dilakukan dengan cara-cara seperti itu. Tapi bentuklah hari anda one step at a time.
Bisakah diri anda untuk berniat mengabdi kepada Allah (Swt) setiap pagi. Kerahkan seluruh pikiran (energy aktif), jiwa dan fisik anda untuk beraktivitas sebaik mungkin pada pagi hari. Baik urusan dunia anda, maupun akhirat anda. Kukuhkan niat anda sejak pagi hari sampai menjelang tidur di malam harinya. Bulatkan tekad anda bahwa hari ini anda akan berkata jujur, menolong orang dan bersadaqah semampu anda, shalat tepat waktu, menepati janji, membaca Al-Qu’an dan lain sebagainya. Jadilah orang yang bertaqwa selama sehari!
Buatlah jadwal aktivitas pada pagi hari dan berilah judul sesuka anda seperti  Niat hari ini karena Allah (Swt).” Bagilah jadwal sehari itu menjadi dua kolom seperti contoh di bawah ini,
ü     Kolom ibadah khusus
ü     Kolom ibadah umum (mu’amalah)
 

 Niat Hari Ini Karena Allah (Swt)
Jam
Ibadah khusus
Ibadah Umum
04.00 - 05.00
Tilawah Al-Qur’an 10 ayat
Shalat Subuh, berdo’a, zikir

05.00 - 06.00

Sarapan, mandi
06.00 - 07.00

kekantor/sekolah atau
kuliyah (tergantung profesi
anda).
07.00 - 08.00
Ke Masjid/Mushalla untuk infaq
(Semampu anda) sebelum masuk
Kerja/sekolah atau kuliyah.


Biasakan diri anda untuk melakukan aktivitas mampu anda, baik yang terkait urusan dunia anda ataupun akhirat anda. Jangan melakukan aktivitas yang terpaksa atau cenderung di paksakan. Entah itu wirid 10.000 kali, mengaji suatu surat panjang atau lainnya. Tapi cukup niatkan di pikiran dan hati anda untuk berusaha mengingat Allah (Swt) selama sehari, baik dalam bentuk zikir, seperti shalawat kepada Nabi (Saw) dan keluarganya, atau lainnya.
Jauhkan diri anda dari perbuatan yang sia-sia. Jika punya waktu lenggang, gunakan untuk membaca do’a, buku agama ataupun umum, bersilaturrahmi pada saudara dan lain sebagainya. Artinya, cukup optimalkan hari anda selama sehari semampu anda dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Intinya, bentuklah hari anda selama satu hari dengan niat yang baik, jiwa yang cinta dan tulus kepada Allah (Swt) (semampu anda), dan lakukan amal yang di ridhai Allah (Swt).